Assertive Conversation Techniques

Apr 23, 2013   //   by harysetyowibowo   //   Article  //  No Comments

Melalui tulisan ini  Saya akan memperkenalkan 3 teknik dasar menampilkan pernyataan asertif.

“I Message” Techniques

Teknik ini merupakan teknik dasar untuk mengungkapkan apa yang Anda pikirkan dan rasakan, secara langsung, jelas dan tegas. Caranya sederhana, mulai dengan menggunakan kata “Saya” (kata ganti orang pertama) dilanjutkan dengan menyampaikan tingkah laku spesifik yang terjadi, perasaan yang dirasakan dan akibat perilaku tersebut.

Contoh :

Saya merasa ..

Saya akan…

Saya ingin…

Saya tidak ingin…

Saya menemukan bahwa…

Saya membutuhkan sedikit waktu untuk membicarakan…?

Saya minta anda untuk…?

 

“Say NO” Techniques

Salah satu kata yang sulit disampaikan pada saat-saat tertentu adalah “TIDAK”. Bila Anda sering kebingungan bagaimana caranya mengatakan “TIDAK”, teknik ini akan membantu Anda untuk mengatakan “TIDAK” secara lebih tegas dan meyakinkan. Berikut tahapan yang dapat Anda latih dan kembangkan :

  1. Ambil JEDA, Anda tidak harus memberikan respon segera.
  2. Cari TAHU, apakah permintaannya masuk akal atau tidak.
  3. Bila ia mendesak, katakan HAK Anda untuk meminta waktu berpikir atau meminta informasi lebih detail darinya atau dari orang lain.
  4. Jika anda merasa bahwa permintaannya tersebut tidak masuk akal, dan Anda hendak menolaknya maka katakan “TIDAK” secara tegas kemudian lanjutkan dengan kalimat berikut :
    1. … Saya memilih untuk tidak…
    2. … Saya tidak akan melakukannya
    3. … Saya tidak bersedia
    4. … Saya tidak memiliki keinginan untuk itu
  5. Cobalah untuk memberikan alasan yang jujur, bicaralah dengan data / fakta
  6. Cobalah untuk mengatakannya dengan halus (tidak kasar), selaraskan dengan norma yang berlaku
  7. Berbicaralah dengan perlahan, tenang dan mantap


Broken Record” Techniques

Tujuan teknik ini untuk menjelaskan dan menegaskan apa yang ingin Anda katakan, membuat orang lain mengetahui hal tersebut dengan tetap mengendalikan emosi agar tidak marah maupun merasa lelah. Pastikan Anda yakin tentang “apa yang akan Anda tegaskan”.  Jika Anda masih ragu, belum memutuskan sesuatu, masih belum jelas apa yang Anda inginkan, teknik ini tidak direkomendasikan.

Bagaimana cara mempraktekkannya ?

  1. Pastikan apa yang Anda inginkan, tentukan sasaran Anda.
  2. Gunakan kalimat yang pendek, kejelasan sasaran Anda akan memudahkan Anda membuat pernyataan yang jelas dan singkat.
  3. Ulangi dengan tenang dan persisten, pengulangan merupakan ciri khas teknik ini.
  4. “Tangkis serangannya” dengan memantulkan kembali inti argumentasinya dan kembalikan lagi pada kalimat yang ingin Anda tegaskan. Anda dapat menggunakan kalimat-kalimat dibawah ini :
    • - Saya menghargai apa yang Anda katakan, tetapi …kalimat Anda…
    • - Saya memahami apa yang Anda rasakan……kalimat Anda…
    • - Saya akan mengatakannya lagi……kalimat Anda…
    • - Saya kira Anda tidak mendengar apa yang Saya sampaikan……kalimat Anda…
    • - Mungkin Saya kurang jelas menyampaikan … …kalimat Anda…
    • - Point utamanya adalah……kalimat Anda…
    • - Hal itu tidak relevan dengan point yang Saya sampaikan bahwa …kalimat Anda…
    • - Saya memahami bahwa ini merupakan hal yang sulit, tetapi …kalimat Anda…
  5. Bersiaplah untuk menawarkan suatu kompromi yang dapat dilakukan oleh kedua belah pihak. Hal ini dilakukan jika pihak lain pantang menyerah dan Ia pun bersikap asertif, tawarkan sebuah kompromi. Menjadi assertive bukan berarti Anda selalu mendapatkan apa yang Anda inginkan, namun Anda tetap menjadi diri Anda sendiri dan mempertahankan kehormatan diri Anda.

 

Leave a comment


six + 9 =

Login Status

You are not currently logged in.

We tweet, we tweet...

  • ,