Kekerasan Dalam Pacaran

May 15, 2013   //   by dhodo   //   Article  //  No Comments

Hubungan pacaran yang diwarnai kekerasan apabila melibatkan kekerasan fisik

Sekilas, pernyataan di atas tampak logis dan memang masih banyak orang yang setuju dengan kedua pernyataan tersebut. Akan tetapi, jika kita lihat lagi, apakah benar hanya hubungan pacaran yang diwarnai kekerasan fisik yang dapat disebut sebagai kekerasan dalam pacaran? Lalu, bagaimana dengan pacar yang sering membatasi kegiatanmu? Atau bagaimana jika pacarmu tidak pernah memukul, tetapi ia sering merusak barang kesayanganmu jika sedang marah?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita lihat terlebih dahulu pengertian kekerasan dalam pacaran atau sering disingkat menjadi KDP. Menurut Meg K. Dugan & Roger R. Hock, penulis buku It’s My Life Now, terdapat dua karakter utama dalam KDP. Pertama, adanya suatu pola kekerasan yang terjadi, dalam artian bahwa kejadian kekerasan tersebut berulang, membentuk suatu pola ataupun siklus tertentu dan cenderung meningkat tingkat keparahannya dari waktu ke waktu. Kedua, hubungan intim yang diwarnai kekerasan didasarkan pada kekuatan dan kontrol dari pelaku kekerasan.
Tujuan dari pelaku adalah mendapatkan kontrol penuh terhadap perilaku pasangannya. Kontrol yang ditampilkan oleh pelaku biasanya tidak mudah dikenali pada awal hubungan. Kontrol biasanya dimulai dengan mengontrol waktu, teman, aktifitas sehari-hari yang mana akan dianggap sebagai suatu bentuk perhatian, hingga akhirnya korban tidak lagi memiliki kontrol sama sekali terhadap kehidupannya.

Dari kedua indikator tersebut, bentuk tingkah laku spesifik dari pelaku kekerasan dalam pacaran tidak dapat dengan serta merta dikenali karena memang bervariasi. Meski bervariasi, jika dikelompokkan terdapat tiga bentuk kekerasan dalam pacaran yaitu kekerasan verbal dan emosional, kekerasan seksual, dan kekerasan fisik. Ketiga bentuk kekerasan tersebut biasanya terjadi secara berurutan. Sebelum seseorang mengalami kekerasan seksual ataupun fisik biasanya diawali dengan kekerasan verbal-emosional dalam rentang waktu yang cukup panjang. Dengan kata lain, kekerasan verbal dan emosional adalah gerbang dari bentuk-bentuk kekerasan lainnya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai bentuk-bentuk KDP yang biasanya terjadi:

  1. Kekerasan verbal dan emosional adalah segala bentuk perilaku pasangan yang dapat menimbulkan perasaan takut, tertekan dan tidak nyaman. Bentuk kekerasan ini adalah yang paling sering terjadi namun tidak disadari oleh korbannya karena kadang dianggap sebagai rasa cemburu yang menunjukkan kasih sayang. Misalnya berupa cacian, makian, hinaan, mempermalukan pasangan di depan umum, memanipulasi, mengancam, merusak barang berharga pasangan, melacak keberadaan pasangan dengan bertanya kepada teman ataupun telepon secara berlebihan. Memonopoli waktu ataupun membatasi pergaulan pasangan juga menjadi salah satu bentuk kekerasan emosional.
  2. Kekerasan seksual biasanya berupa aktivitas seksual yang tidak dikehendaki ataupun berdasarkan paksaan dan ancaman dari pasangan. Contoh sederhana adalah mencium, memeluk, menyentuh, meraba pasangan tanpa seizin pasangan atau pada saat pasangan tidak mau diperlakukan seperti itu. Contoh yang lebih ekstrimnya adalah memanipulasi pasangan untuk berhubungan seksual atau memberikan obat bius agar pasangan mau melakukan hubungan seksual, menolak menggunakan pengaman saat berhubungan seksual. Seringkali korban dari kekerasan ini mendapat ancaman akan ditinggalkan jika ia tidak mau memenuhi keinginan pasangannya.
  3. Kekerasan fisik berupa perilaku kekerasan yang dapat menimbulkan rasa sakit ataupun luka fisik pada korbannya. Misalnya memukul, menendang, menjambak rambut, menonjok, menganiaya salah satu bagian tubuh atau lebih, memaksa ke tempat-tempat yang membahayakan keselamatan pasangan, dan lain-lain.

Kenalilah perilaku pacaranmu selama ini. Mungkin saja kamu ataupun pasanganmu ternyata pernah menampilkan satu atau lebih perilaku-perilaku di atas.

Leave a comment


6 + nine =

Login Status

You are not currently logged in.

We tweet, we tweet...

  • ,