Mempercayai dan Dipercayai: Bagaimana Memulihkan Rasa Percaya

Apr 12, 2013   //   by bangjeki   //   Article  //  No Comments

Seseorang pernah bertanya, ”Bang,bagaimana memulihkan rasa percaya seseorang kepada kita setelah kita merusakkannya?” Saya menjawabnya dengan memberikan perumpamaan tentang percaya itu seperti apa.

Ke-percaya-an itu bagai sebuah guci keramik dari cina yang cukup kokoh dan besar, tapi rentan pecah. Meski rentan, guci keramik itu tak akan hancur kalau hanya jatuh sedikit atau terbentur sedikit, ah paling juga akan retak atau bopeng.

Tapi guci keramik, saat jatuh dari ketinggian tertentu dan menerima tekanan yang melebihi ambang batasnya, akan pecah berantakan. Ketika ia sudah pecah,  timbul penyesalan telah memecahkannya. Apapun yang kita lakukan untuk memperbaiki, baik dengan lem, doubletape, lem kaca, atau  apapun, guci keramik yang awalnya indah itu tidak akan pernah sekuat dan seindah guci yang awal.

Itulah rasa percaya dalam suatu hubungan. Ia kuat dan tidak mudah pecah jika hanya dengan gangguan-ganggguan kecil. Tapi sekalinya terjadi sesuatu kejadian yang besar (selingkuh, berbohong, kekerasan,dll) akan membuat guci rasa percaya itu pecah berkeping-keping. Apapun yang kamu coba lakukan untuk memperbaikinya, sama seperti memperbaiki guci itu, rasa percaya tidak akan sama seperti yang awal.

Kalimat “Forgiven but not forgotten” cukup pas menggambarkan tentang pemulihan rasa percaya setelah ia dihancurkan.

Apa yang bisa dilakukan untuk memulihkan rasa percaya pasangan pada kita jika kita mengkhianati kepercayaannya?

  • Langkah pertama: sadari dan akui kalau kamu memang salah. Jika berbohong, akui kamu bohong. Jika selingkuh, akui kamu selingkuh. Menyembunyikan atau berkelit hanya akan meemcahkan rasa percaya itu semakin berkeping-keping.
  • Langkah kedua: Hentikan perilaku perusak percaya yang kamu lakukan itu  jika kamu memang ingin memperoleh kepercayaan pasanganmu lagi
  • Langkah ketiga: Minta maaflah pada pasanganmu. Tak perlu mencari-cari alasan apalagi malah balik menyalahkannya.  Ada peselingkuh yang berkata “Sayang, maafkan aku selingkuh darimu. Habisnya kamu sibuk sekali dengan kuliah/pekerjaanmu” Jangan lakukan!! Ada yang berbohong besar dan berkata “Aku yang salah sayang. Ini kulakukan demi kebaikan kamu/kita/mereka. Coba seandainya….” BOHONG!!
  • Langkah empat: Bertanggungjawablah atas akibat/konsekuensi dari perbuatan perusak rasa percaya yang kamu lakukan.
  • Langkah kelima: Terimalah umpan balik, kemarahan, kekesalan, atau reaksi negatif dari pasangan. Pahami rasa sakit dan kecewanya dia.
  • Langkah enam: Cari tahu apa yang dapat kamu lakukan utk memperbaiki kesalahan tersebut, dan apa yang perlu kamu perbaiki dari dirimu
  • Langkah tujuh: Lakukan secara konsisten apa yang kamu upayakan untuk memperbaiki rasa percaya tersebut. Akan berat dan panjang, tapi harusnya bisa jika kamu konsisten dan sabar.

Yang harus kamu pahami dan kamu terima adalah bahwa pasanganmu berhak untuk menentukan apa yang akan ia lakukan :
berupaya kembali mempercayaimu atau meninggalkanmu . Itu haknya, keputusannya.

Nah sekarang bagi kamu yang kepercayaannya dirusak oleh pasangan. Apa yang akan terjadi padamu? Jawabnya adalah kekhawatiran berlanjut akan perilaku pasangan. Kamu akan mengawasi gerak-geriknya dan banyak tanda yang sebenarnya netral kamu anggap sebagai tanda bahwa ia selingkuh lagi. Lelah hidup seperti itu, diisi kekhawatiran. Yang perlu kamu ingat adalah kamu punya pilihan: (1) meninggalkannya, atau (2) memberikannya kesempatan memperbaiki.

Jika kamu memilih meninggalkannya, lakukan dengan cepat dan tegas. Jangan plin plan karena kamu akan makin tersakiti oleh semua kenangan dan rasa kecewa yang melingkupimu.

Akan tetapi jika kamu memilih memberinya kesempatan kedua, kamu perlu paham bahwa kamu pun akan mengalami beberap kesulitan nantinya. Hal yang umum terjadi adalah  kamu akan paranoid, yaitu penuh kecurigaan dan kekhawatiran yang menganggu dan sulit dikendalikan. Itu tanda bahwa pondasi suatu hubungan, yaitu rasa percaya telah dirusak. Hal lain yang sering terjadi adalah kamu berubah menjadi  stalker dan privacy invader. Aktivitasmu berubah menjadi monitoring status bbm, facebook dan twitter pasanganya untuk mencari-cari kesalahan. Kalau diselingkuhi , beberapa korban men-stalking akun sosial media dari sang mantan selingkuhan dan mencari tanda-tanda selingkuh. Kalau dibohongi, biasanya korban berubah jadi detektif atau polisi penyidik yang mengajukan beragam pertanyaan saat ada kecurigaan.

Bagaimana mengatasi kecurigaan terus menerus tersebut? Karena biasanya mengganggu si korban maupun membuat pasangan tambah tak nyaman.

 Tips

  1. Tantang kekhawatiran/kecemasan/paranoidmu itu dengan tak menuruti apa maunya. Saat kamu khawatir karena sms-mu tidak dibalas oleh pasangan setelah sekian waktu, muncul pikiran dan perasaan yang negatif, biasanya dimulai dengan kata “Jangan-jangan”. Kamu perlu mengatakan “TIDAK!!” dan tunggulah apa yang sebenarnya terjadi.
  2. Menyepakati tentang beberapa hal yang akan bisa membuatmu merasa lebih aman. Misal: sepakat untuk saling memberi kabar setiap satu jam. Saat kesepakatan tak dipenuhi, kamu bisa “menagihnya, tapi jangan langsung marah atau menumpahkan kekesalanmu. Tanya baik-baik ia dimana, sedang apa, dll.
  3. JANGAN PERNAH menggunakan perselingkuhan itu untuk mengancamnya saat kalian bertengkar atau saat kamu merasa tidak nyaman dengannya. Don’t do that ever. Kalau kamu lakukan, apalagi sering, ia akan pergi darimu atau malah melakukan perilaku perusak percaya lagi.
  4. Sepakati perubahan perilaku dan apa tanda-tandanya  jika ia memang berubah. Sepakati  apa perubahan yang kongkrit dan dapat dibuktikan
  5. Beri ia kesempatan untuk memperbaikinya. Jangan jadi sinis atau malah destruktif. Tapi jika ia lakukan lagi, pergilah

Sekali lagi ingatlah bahwa butuh berhari-hari membangun kepercayaan dan hanya butuh satu menit untuk merusaknya. Mengembalikan ke keadaan semula seperti sebelumnya bukanlah mustahil, tetapi perlu upaya ekstra keras.

Leave a comment


eight − = 6

Login Status

You are not currently logged in.

We tweet, we tweet...

  • ,