Passive, Aggressive, Assertive : Anda cenderung yang mana ?

Apr 23, 2013   //   by harysetyowibowo   //   Article  //  No Comments

PASSIVE

Perilaku passive biasanya muncul dalam bentuk berlebihan dalam meminta maaf, diam saja saat ada orang lain yang mengganggu atau melanggar haknya, kesulitan mengatakan TIDAK saat ingin menyatakan penolakan atau kesulitan memberi dan menerima kritik. Hal ini seringkali disebabkan oleh beberapa hal, antara lain :

Takut atau khawatir. . .

“Saya takut Ia tidak akan meyukai Saya kalau Saya …”

“Saya khawatir membuat beliau tersinggung ….

“Saya khawatir akan menyakitinya kalau Saya mengatakan TIDAK …”

“Saya takit Ia akan menjauhi atau malah meninggalkan Saya kalau ….”

“Saya takut berdosa kalau Saya tidak menuruti semua permintaannya….”

“Saya khawatir dicap sebagai bukan laki-laki jantan kalau …”

“Saya khawatir dicap sebagai perempuan tidak setia kalau …”

 

Kepercayaan yang melemahkan . . .

“Kebutuhan dan keinginan orang lain jauh lebih penting daripada kebutuhan dan Saya sendiri”

“Saya bukan siapa-siapa, Saya tidak berharga untuk …”

“Saya percaya kalau seseorang itu harus mengikuti arus …”

“Bersikap asertif itu tidak sopan …”

“Atasan selalu benar …”

 

Kurang mampu untuk . . .

“Menyusun kalimat yang assertive …”

“Menyatakan penolakan atau ketidaksetujuan kepada ………. mengenai ……….”

“Menyatakan pemikiran dan perasaan secara assertive …”

 

PASSIVE : Apa DAMPAKnya bagi DIRI SENDIRI ?

Dalam jangka waktu pendek :

  • merasakan kelegaan, karena berhasil menghindari konflik.
  • merasa bangga, karena “Saya bisa melakukan semuanya, sendirian, tanpa bantuan orang lain” atau karena Anda selalu siap “menyerahkan diri” demi kepentingan dan kepuasan orang lain.
  • merasa kasihan terhadap diri sendiri, “Selalu saya yang pada akhirnya membereskan semua pekerjaan”.

Dalam jangka waktu panjang:

  • berkembangnya rasa kurang percaya diri,
  • meningkatnya frustrasi,
  • munculnya perasaan terluka atau mengasihani diri sendiri,
  • rentan mengalami kondisi stress atau diserang kecemasan.

 

PASSIVE : Apa Dampaknya bagi ORANG LAIN ?

  • merasa kasihan atau bersalah karena telah memanfaatkan Anda.
  • merasa jengkel, Katakan Apa yang Kau inginkan!”, “Ngomong Dong…!”
  • penghargaan pada Anda akan berkurang
  • mengambil jarak, mengurangi waktu bersama dengan Anda.

 

 

 

AGGRESSIVE

Perilaku aggresive sengaja dibuat untuk mengancam seseorang, menyerang atau membuat mereka merasa lebih rendah kedudukannya. Orang yang menampilkan perilaku ini menjunjung tinggi hak pribadi, tidak peduli hak orang lain, yang penting menang bila perlu merendahkan orang lain, mempengaruhi hasil pembicaraan tanpa mau dipengaruhi , menonjolkan diri di atas penderitaan orang lain dan memikirkan perasaan sendiri, tidak peduli perasaan orang lain. Biasanya muncul dalam bentuk memberikan kritik, teguran atau mengungkapkan kemarahan dengan  cara yang menyerang orang lain secara personal sehingga membuat mitra bicara merasa diserang atau direndahkan. Hal ini seringkali disebabkan oleh beberapa hal, antara lain :

Takut atau khawatir. . .

“Saya takut kekuasaan yang Saya miliki melemah …”

“Saya khawatir tidak akan mendapatkan apa yang Saya inginkan kalau tidak …”

 

Kepercayaan yang melemahkan . . .

“Saya harus mengendalikan orang lain . . .”

“Saya percaya kalau semua ketidaksepakatan itu ditujukan untuk orangnya, bukan permasalahannya”

“Saya percaya Saya paling benar …”

“Saya percaya, hidup ini adalah urusan menang atau kalah, karena itu Saya harus menang …”

 

Kurang menguasai keterampilan . . .

  • Mengembangkan penerimaan sosial
  • menjalin komunikasi interpersonal
  • melihat isu atau permasalahan dari sudut pandang yang berbeda

 

AGGRESIVE : Apa  DAMPAKnya bagi DIRI SENDIRI ?

 

Dalam jangka waktu pendek :

Perilaku ini mungkin menjadi saluran bagi Anda untuk MELEPASKAN emosi yang sedang anda rasakan dan membuat Anda merasa memperoleh “POWER” atau perasaan berkuasa.

Dalam jangka waktu panjang :

  • merasa bersalah, kemudian mulai meminta maaf secara berlebihan
  • kehilangan hubungan baik, kehilangan kpercayaan dari orang lain dan Anda akan terasing dari teman-teman maupun rekan kerja Anda.
  • mengundang penyakit, membiasakan perilaku agresif menyebabkan tekanan darah tinggi.

 

AGGRESIVE : Apa  DAMPAKnya bagi ORANG LAIN ?

  • Beberapa orang mungkin akan mendukung Anda, namun banyak orang yang akan merasa terluka, dipermalukan atau marah.
  • Orang lain akan membalas dendam secara langsung atau menunggu dan melakukan serangan balik kepada anda secara tidak langsung.
  • Beberapa orang menghindari untuk bekerja sama dengan anda, atau malah meninggalkan Anda.

 

 

ASSERTIVE

Perilaku assertive adalah menyatakan secara langsung pikiran, perasaan dan kebutuhan Anda secara jelas, jujur dan langsung yang memungkinkan Anda untuk memperjuangkan hak Anda tanpa menyerang atau melanggar hak orang lain. Dengan kata lain, perilaku asertif mengharuskan kita untuk menghormati orang lain sebagaimana kita menghormati diri sendiri.

Menjadi ASSERTIVE berarti …

  • Anda sadar bahwa Anda memiliki HAK yang dapat Anda gunakan dan pertahankan
  • MengEKSPRESIkan diri secara jelas, sederhana dan langsung namun tetap selaras
  • Menghormati orang lain, tidak merendahkan atau bersikap sebagai PENGUASA

 

Manfaat menampilkan perilaku ASSERTIVE

  • meningkatkan kepercayaan diri
  • mengembangkan kepercayaan terhadap orang lain
  • mengembangkan tanggung jawab terhadap pemikiran, perasaan dan keputusan
  • mengembangkan hubungan yang lebih positif dan dewasa
  • mengurangi tingkat stress
  • menghemat waktu dan energi
  • mengembangkan rasa bahagia
  • lebih sukses dalam hidup ….

Leave a comment


nine − = 3

Login Status

You are not currently logged in.

We tweet, we tweet...

  • ,