Sehatkah Pacaranmu?

May 24, 2013   //   by dhodo   //   Article  //  No Comments

Minggu lalu telah dibahas tentang pengertian kekerasan dalam pacaran (KDP) dan bentuk-bentuk perilaku yang termasuk dalam KDP. Baik perempuan maupun laki-laki sama-sama memiliki peluang untuk menjadi korban kekerasan dalam pacaran, walaupun biasanya perempuan lebih rentan menjadi korban.

Tiap relasi pacaran, sama seperti individu, memiliki keunikan tersendiri. Relasi pacaran yang sehat tentunya memberikan kebahagiaan dan kepuasan bagi kedua pihak di dalam relasi tersebut.

Akan tetapi, tidak semua relasi pacaran yang tidak mendatangkan kebahagiaan dianggap sebagai hubungan yang diwarnai dengan kekerasan (abusive). Ada kalanya relasi tersebut dikelompokkan sebagai relasi yang tidak sehat, tetapi belum dapat dikategorikan sebagai relasi yang abusive.

Lalu bagaimana kita bisa mengenali apakah relasi pacaran yang kita dapat mengenali apakah relasi pacaran yang kita jalani termasuk hubungan yang sehat, tidak sehat, atau bahkan abusive? Caranya adalah dengan peka dalam melihat perilaku yang ditampilkan oleh kedua belah pihak. Berikut ini adalah perbedaan antara hubungan yang sehat, tidak sehat, dan abusive dalam beberapa aspek pacaran.

 

RELASI SEHAT

RELASI TIDAK SEHAT

RELASI ABUSIVE

Berbagi Perasaan Merasa nyaman untuk menyampaikan apa yang benar-benar kamu rasakan kepada pasangan Merasa canggung untuk menyampaikan apa yang kamu rasakan kepada pasangan Merasa takut untuk menyampaikan perasaanmu kepada pasangan karena takut akan direndahkan atau diancam
Komunikasi Kamu dan pasangan menghargai dan mendengarkan satu sama lain ketika memiliki pandangan yang berbeda terhadap suatu topik Pasanganmu mengabaikan dan tidak menghargai pendapatmu ketika terjadi perbedaan pandangan Pasanganmu tidak menghargaimu bahkan mengolok-olok pendapat dan perasaanmu
Ketidaksetujuan Dengan nyaman dapat menunjukkan ketidaksetujuan dan bertukar pendapat dengan saling menghargai sehingga bisa menyelesaikan perbedaan pendapat Ketidaksejuanmu terhadap pendapat pasangan sering berakhir pada perkelahian Kamu takut untuk ketidaksetujuanmu karena tidak mau membuat pasanganmu marah dan melakukan kekerasan. Ketidaksetujuan adalah alasan untuk terjadinya kekerasan
Intimasi Kamu dan pasangan bisa jujur menyampaikan perasaanmu tentang afeksi fisik dan seks. Tidak ada yang merasa dipaksa untuk melakukan sesuatu yang tidak diinginkan Kamu merasa malu untuk menyampaikan apa yang dirasakan karena berpikir bahwa pasanganmu mungkin tidak akan peduli atau mendengarkan. Kamu pada akhirnya hanya “menerima” banyak hal Pasanganmu mengabaikan kebutuhan dan keinginanmu. Pasanganmu memojokkanmu pada situasi yang membuatmu tidak nyaman, ketakutan, dan direndahkan
Kepercayaan Saling mempercayai. Tetap merasa aman meskipun pasanganmu sedang bersama dengan teman lawan jenis Pasanganmu cemburu setiap kali kamu berbicara dengan teman lawan jenis selain dirinya. Begitu pula sebaliknya, kamu merasa cemburu jika pasanganmu berbicara dengan lawan jenis. Pasanganmu menuduhmu menggoda ataupun memiliki affair, dan memerintah dirimu untuk tidak berbicara dengan laki-laki lain.
Waktu sendiri Kamu dan pasangan dapat menghabiskan waktu pribadi masing-masing dan menganggapnya sebagai bagian yang sehat dari relasimu Berpikir mungkin ada yang salah jika kamu ingin melakukan sesuatu atau menghabiskan waktu tanpa pasanganmu. Pasanganmu mencoba untuk mengatur waktumu hanya untuknya saja Pasanganmu melarangmu untuk menghabiskan waktu atau melakukan sesuatu sendiri. Pasanganmu melihatnya sebagai ancaman terhadap hubungan kalian.
Kekerasan Kamu dan pasangan saling menjaga agar tidak menyampaikan kata-kata yang kasar ataupun memberikan komentar yang kejam. Tidak ada kekerasan fisik dalam relasimu. Terdapat beberapa kejadian yang melibatkan kekeraan emosional atau perilaku mengatur dalam hubunganmu. Tidak ada pola kekerasan yang terjadi secara berulang Terdapat pola kekerasan yang terus meningkat dalam hubunganmu, baik itu kekerasan emosional, fisik, seksual, ataupun in

*Diadaptasi dari buku Woman Abused in Intimate Relationship. Alberta Children and Youth Service, Canada (2008).

Kategori hubungan di atas tidak hanya dapat diterapkan pada relasi pacaran, tetapi juga dapat diterapkan pada relasi antara suami-istri. Pekalah pada relasi yang sedang kamu jalani saat ini. Apakah ada perilakumu atau pasangan yang mengarah pada hubungan yang tidak sehat ataupun abusive?

 

Leave a comment


6 + = twelve

Login Status

You are not currently logged in.

We tweet, we tweet...

  • ,